Work Text:
Hujan deras mengguyur Kota Jakarta siang ini. Rencana awal pergi ke Ragunan bersama pacarnya, yang sudah Dohoon idam-idamkan selama seminggu lalu pun gagal total. Padahal Dohoon sudah bersiap sejak pagi, ia benar-benar sudah rapi dan tinggal keluar apartemennya. Pun dengan Youngjae— sang pacar — yang menginisiasi rencana berkencan ke kebun binatang tersebut, sudah datang menjemputnya sesuai dengan waktu yang telah mereka sepakati. Namun kenyataan berkata lain. Hujan mendadak turun tanpa perintah, menggagalkan rencana mereka dan sudah berlangsung selama lima belas menit seakan tak memiliki niat untuk berhenti.
Awalnya mereka ingin nekat menerobos hujan, tetapi mengingat Youngjae membawa motor membuat mereka mengurungkan niat tersebut. Dohoon tidak ingin penampilannya, terutama rambutnya yang sudah ia tata sedemikian rupa berantakan karena derasnya hujan. Juga, setelah dipikir ulang hewan-hewan yang ada di kebun binatang pasti enggan untuk ke luar karena hujan deras ini. Jadi di sinilah mereka sekarang, masih duduk di sofa apartemen Dohoon.
"Jangan ngambek gitu dong, Do… Kan bukan salah aku juga tiba-tiba hujan," ucap Youngjae berhati-hati sambil mengamati perubahan wajah Dohoon.
"Siapa juga yang ngambek," jawab Dohoon sambil mengerucutkan bibirnya, kontras dengan jawaban yang ia lontarkan.
"Mampus gue…" batin Youngjae, ia sudah hafal jika Dohoon sudah merajuk dan mengerucutkan bibir begitu akan susah untuk dibujuk.
Menggaruk kepala, Youngjae berpikir keras agar otaknya dapat menemukan cara untuk mengatasi pacarnya yang merajuk tersebut. Hampir beberapa menit lelaki kelahiran bulan Mei tersebut memutar otak, ia melihat sekeliling kamar apartemen Dohoon dan tatapannya jatuh pada buku ensiklopedia yang terletak di atas nakas kekasihnya. Bak bohlam yang tiba-tiba menyala di atas kepala, satu ide pun terlintas di pikirannya.
Tangan Dohoon tiba-tiba ditarik oleh Youngjae hingga membuatnya berdiri. Diajaknya sang empu kamar tersebut menuju kasur. Youngjae mendudukkannya di sana dan mulai berjalan menjauh untuk menyalakan televisi di dekat kasur. Dohoon tidak pernah gagal dibuat bingung dengan kelakuan pacarnya yang unik. Mengerutkan kening, Dohoon bertanya, "Kamu ngapain, sih?"
Youngjae tidak menjawab dan alih-alih, ia menampakkan senyum miring yang tampak angkuh. Setelah itu, Youngjae mengatur televisi sedemikian rupa hingga menampilkan kanal National Geographic. Dohoon tambah dibuat bingung dengan hal tersebut. Youngjae membalikkan badan menghadap Dohoon setelah menyelesaikan kegiatannya.
"Sayang…"
Youngjae berjalan mendekati Dohoon dan berlutut di hadapannya yang tengah terduduk di atas kasur dengan masih keadaan bingung. Digenggamnya tangan sang Aquarius. Ibu jari Youngjae bergerak pelan, membelai tangan pacarnya yang kecil, yang selalu pas untuk berada dalam genggamannya.
"Maaf ya kalo rencana kita buat zoo date yang udah dibuat mateng-mateng seminggu ini gagal karena hujan. Aku akuin ini juga salah aku soalnya ga ngecek prakiraan cuaca buat hari ini."
Oh, Dohoon merasa seperti ada hantaman besar yang mengenai kepalanya. Melihat kekasihnya yang berlutut di hadapannya sambil memasang wajah seperti anak anjing terlantar, mengucapkan permintaan maaf padahal bukan kesalahannya, membuat Dohoon merasa bersalah karena sudah bersikap seperti anak kecil tadi. Padahal, di dalam lubuk hatinya ia tahu rencana mereka gagal juga bukan karena salah Youngjae. Belum sempat Dohoon membuka mulut untuk meminta maaf, Youngjae sudah terlebih dahulu melanjutkan.
"Jadi ini… aku kepikiran…" ia terlihat ragu untuk melanjutkan.
"Karena kita gagal pergi ke kebun binatang, gimana kalo kita tetep liat hewan-hewan… tapi lewat TV?"
Kalimat itu berakhir samar, seakan ditelan oleh kerasnya hujan di luar. Youngjae menggaruk tengkuk sambil menghindari kontak mata dengan Dohoon. Ia terlihat malu.
Satu detik, dua detik, tiga detik. Beberapa sekon berlalu tanpa ada jawaban dari Dohoon. Panik bahwa idenya membuat Dohoon semakin merajuk, dengan segera Youngjae mendongakkan kepalanya menghadap wajah sang kekasih hanya untuk dihadapkan dengan wajah dengan ukiran senyum manis di sana. Tawa ringan mengudara dari mulut Dohoon tat kala ia melihat wajah pacarnya yang dengan sorot mata bingung tersebut.
Jadi ini maksud Youngjae saat ia memilih kanal National Geographic di televisi. Youngjae ingin mereka dapat menikmati sightseeing di kebun binatang, melihat hewan-hewan walaupun melalui layar. Dohoon merasa gemas akan tingkah pacarnya yang ada aja idenya.
"Kamu tuh ada aja ya idenya yang dipikirin," ucap Dohoon dengan masih tertawa, sambil menangkup pipi Youngjae hingga bibirnya mengerucut seperti bebek.
"Makasih ya, Youngjae. Makasih ya, sayang, udah selalu bisa bikin aku ngerasa lebih baik," tawa yang sedari tadi dilontarkan itu berhenti dan digantikan dengan ucapan lembut dari mulut Dohoon.
"Maaf ya tadi aku kaya bocah banget. Aku kesel aja rencana yang udah kita, yang kamu, buat minggu lalu jadi kacau. Padahal aku tau kalo hujan tuh di luar kendali kita."
Senyum ringan terukir di wajah Youngjae, ia menggelengkan kepalanya. Pemuda kelahiran Mei tersebut menarik tangan Dohoon untuk digenggam. Ia mengistirahatkan kepalanya di atas paha Dohoon untuk beberapa saat. Masih ingin menikmati momen ini lebih lama lagi. Sebelum akhirnya ia beranjak dan mengajak Dohoon untuk berbaring di atas kasur.
Masih dengan ditemani oleh suara hujan, mereka mengatur posisi senyaman mungkin, berbaring di atas kasur sambil berpelukan. Mereka menatap wajah satu sama lain dengan senyum hangat hingga akhirnya memutuskan untuk menyudahi kegiatan tersebut dan mulai memilih video dari kanal National Geographic. Namun sebelum satu video terpilih, perut Dohoon sudah mengeluarkan suara keroncongan meminta untuk diisi. Ia baru ingat, dari pagi ia belum makan apapun.
Mengerucutkan bibir sekali lagi, Dohoon menoleh ke arah Youngjae.
"Laper…"
Tak bisa untuk tidak terkekeh melihat tingkah pacarnya yang menggemaskan tersebut, Youngjae mengusap lembut surai legam milik pemuda Aquarius tersebut.
"Kamu mau makan apa? Kamu punya makanan apa? Atau mau gofood aja? Kamu belum makan gasih, yang, dari tadi pagi? Makan nasi aja ya? Atau mau yang lain? Tapi harus yang ngenyangin ya" cerocos Youngjae.
"Satu satu ih nanyanya ya ampun dasar bawel," ucap Dohoon sambil memutar mata. Merasa jengah akan kebawelan pacarnya itu.
"Mau mie. Aku ada stok mie soto kemarin abis beli," ucap Dohoon final.
Merasa bahwa itu adalah perintah, Youngjae segera beranjak dari tempatnya untuk membuatkan kekasihnya makanan.
"Okay, sayangnya aku. Tunggu bentar ya, aku bakal buatin mie soto paling enak sedunia, spesial yang buat orang ganteng," ucap Youngjae setelah mendaratkan kecupan di atas pipi kanan Dohoon. Belum juga Dohoon dapat melempar bantal ke arah pacarnya tersebut, Youngjae sudah mengacir ke dapur.
Empat menit berlalu sejak Youngjae melakukan kegiatan memasaknya dan akhirnya selesai. Ia datang membawa nampan berisi dua porsi mie soto yang lengkap dengan topping telur dan sosis. Dohoon segera meletakkan ponselnya dan menggapai nampan tersebut agar Youngjae dapat menyiapkan meja lipat di atas kasur, tempat mereka makan nantinya.
Melanjutkan kegiatan mereka yang sempat terhenti sebelumnya, akhirnya mereka memilih salah satu video dari kanal National Geographic yang memperlihatkan kehidupan satwa di kutub. Sepuluh menit berlalu, hanya ada suara hujan, dentingan dari peralatan makan, serutupan dari kuah mie, dan narasi tentang beruang kutub di televisi. Youngjae dan Dohoon memang cenderung diam saat makan, lebih memilih untuk menikmati makanan yang ada dengan khidmat. Menghargai makanan, kata mereka.
"Kamu tau gasih, Do?" tanya Youngjae segera setelah ia menyelesaikan santapannya.
"Mulai…" pikir Dohoon.
"Kulit beruang kutub sebenernya warnanya item, bukan putih. Walaupun emang mereka keliatan putih, tapi kulit di bawah bulu mereka tuh item. Nah, kulit item itu yang bantu beruang kutub buat nyerap panas dari sinar matahari biar tetap hangat di suhu yang - "
Cup.
Belum sempat Youngjae menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba ia merasakan satu kecupan mendarat di bibirnya. Matanya membelalak. Wajahnya mulai terasa panas. Ia yakin pasti ia terlihat seperti kepiting rebus sekarang, dengan wajah dan telinga yang memerah.
Satu hal yang lucu tentang Youngjae, ia masih malu untuk menerima skinship dari pacarnya. Memang, Youngjae tidak pernah malu, bahkan berani untuk memberikan skinship untuk sang kekasih. Namun ketika ia menjadi pihak yang menerima, reaksinya akan seperti ABG yang baru mengenal cinta dan hal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Dohoon untuk menjahilinya.
"Bawel," ucap Dohoon puas setelah berhasil melakukan aksinya.
Merasa tidak terima dengan hal itu, Youngjae membenahi peralatan makan mereka dan segera membawa Dohoon dalam kukuhannya. Dihujaninya sang pemuda Aquarius tersebut dengan ciuman berkali-kali di bibir.
"Hahahahaha asin banget rasa mie soto." Tawa Dohoon menggelegar usai mendapatkan hujan ciuman tersebut. Perutnya terasa penuh, bukan karena mie soto yang ia santap tadi, tapi karena merasakan kupu-kupu beterbangan di perutnya. Tanda cinta yang membuncah.
Youngjae yang menyaksikan kekasihnya tertawa lepas ikut tergelak.
"Itu yang aku rasain tadi waktu kamu tiba-tiba cium aku," ucapnya.
Memang, kegiatan berkencan di kebun binatang yang mereka nantikan tidak dapat berjalan karena hujan. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Youngjae dan Dohoon untuk saling berbagi kasih. Menciptakan kenangan baru yang menyenangkan.
