Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-10-16
Words:
1,461
Chapters:
1/1
Comments:
1
Kudos:
8
Bookmarks:
1
Hits:
99

7 Panggilan yang Tidak (Akan) Terjawab

Summary:

Selamat pagi, siang, sore, atau malam. Hapenya Sae lagi istirahat biar enggak rusak, kalau rusak nanti mati, dong! Kalau pengen banget mengirimkan pesan buat Sae, bicaranya pelan-pelan, jangan teriak-teriak, hapenya lagi istirahat, jangan digangguin!

Sapaan pesan suara Sae selesai dimainkan. Abang ingin mendengarkannya lagi, suara ceria sang bungsu menyapanya, memanggilnya untuk memanggil jejak-jejak yang tersisa dari sang adik.

Notes:

Untuk Cat, atas malam-malam silam yang diisi dengan berbagi proses kreatif, dan atas segala lekuk dan cabang yang telah ditempuh, yang tengah ditempuh, dan yang akan ditempuh.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

 

 

A happy ending is finite,
but grief goes on and on and on —

 

Untuk: My Family Dedek Sae Paling Lucu <3
25 September  20XX

Selamat pagi, siang, sore, atau malam. Hapenya Sae lagi istirahat biar enggak rusak, kalau rusak nanti mati, dong! Kalau pengen banget mengirimkan pesan buat Sae, bicaranya pelan-pelan, jangan teriak-teriak, hapenya lagi istirahat, jangan digangguin!

Bip. 

Sapaan pesan suara Sae selesai dimainkan. Abang ingin mendengarkannya lagi, suara ceria sang bungsu menyapanya, intonasinya yang menyingsing, emosinya yang menggebu-gebu. Abang bisa mendengarkan senyum gadis itu berseri-seri pada sapaan yang terputar. Gadis itu berbusung dada tatkala mengucapkan sapaan pesan suara, setelah try-hard berhari-hari dibuat pusing karena ingin membuat pesan suara yang menggemaskan—mengutip kata adiknya, “iya, biar seperti Sae!”

Seperti Sae. Entah apa persisnya yang dimaksud, tapi semestinya bukan seperti yang sekarang, kan, yang malah almarhum … 

Salah siapa, memangnya?

Salah siapa lagi? Ya, salah Abang, lah!

Abang ingin mendengarkan suara Sae lagi, maka ditutupnya panggilan, dan dipanggilnya kembali nomor ponsel terakhir Sae. 

Selamat pagi, siang, sore, atau malam. Hapenya Sae lagi istirahat biar enggak rusak, kalau rusak nanti mati, dong! Kalau pengen banget mengirimkan pesan buat Sae, bicaranya pelan-pelan, jangan teriak-teriak, hapenya lagi istirahat, jangan digangguin!

Bip

Selamat pagi, siang, sore, atau malam. Hapenya Sae lagi istirahat biar enggak rusak, kalau rusak nanti mati, dong! Kalau pengen banget mengirimkan pesan buat Sae, bicaranya pelan-pelan, jangan teriak-teriak, hapenya lagi istirahat, jangan digangguin!

Bi—

Selamat pagi, siang, sore, atau malam. Hapenya Sae lagi istirahat biar enggak rusak, kalau rusak nanti mati, dong! Kalau pengen banget mengirimkan pesan buat Sae, bicaranya pelan-pelan, jangan teriak-teriak, hapenya lagi istirahat, jangan digangguin!

B—

Selamat pagi, siang, sore, atau malam. Hapenya Sae lagi istirahat biar enggak rusak, kalau rusak nanti mati, dong! Kalau pengen banget mengirimkan pesan buat Sae, bicaranya pelan-pelan, jangan teriak-teriak, hapenya lagi istirahat, jangan digangguin!

Pelupuk matanya perlahan basah, jangan sampai layar ponselnya ikutan basah. 

 

 

Untuk: My Family Dedek Sae Paling Lucu
2 November 20XX

“Sae. Sae, kamu tahu tidak kalau Mama sama Ayah akhirnya beres juga urusan cerainya? Sudah resmi. Kaget, tidak? Atau malah sedih?

“Padahal, kenapa juga Mama sama Ayah harus bercerai? Mama sama Ayah padahal biasanya tidak sering berantem sebelumnya. Dan Mama sama Ayah selama ini tidak pernah aneh-aneh. Ayah enggak pernah main tangan sama Mama, Ayah juga selalu bertanggung jawab jadi kepala keluarga yang baik. Mama sendiri juga orangnya tidak pernah lepas tangan mengurus rumah. Mama selama ini menjadi ibu yang baik bagi aku dan Sae, kan? Seharusnya mereka tidak perlu cerai. 

“Cuma, Mama yang minta cerai. Katanya kalau Ayah masih saja sibuk cari gara-gara sama pemerintah, yang jadi korban ya keluarga. Mama bilang Mama tidak mau aku kenapa-kenapa, katanya Mama mau anaknya punya masa depan yang cerah. Ayah sendiri bilangnya dia paham Mama pasti cemas, tapi ini semua bukan salah Ayah, tapi semuanya salah pemerintah, tidak pandang bulu membungkam orang, sampai Sae jadi korban segala.”

“Padahal bukan salah Ayah juga, kan. Salah pemerintah … ya, namanya juga pemerintah, tapi ini semua salah Abang. Abang yang seharusnya jagain kamu waktu kamu diculik. Kalau Abang tidak kemana-mana, kamu kan tidak bakal sendirian di rumah, terus diculik sama orang tidak bertanggung jawab. Semua salah aku, kenapa justru Mama menyalahkan Ayah? Memangnya Ayah salah mengkritik pemerintah yang memang jahat banget?”

Rekam ulang pesan suara.

“Jadi … hmm, aku nyaris lupa memberi tahu, Minggu depan aku dan Mama pindah rumah, tidak lagi di sini. Soalnya, Mama sama Ayah sudah tidak lagi bersama, mereka pisah, yang minta Mama. Semenjak kamu enggak ada lagi di sini, Mama sama Ayah jadi lebih sering bertengkar. Enggak, enggak pakai acara banting-banting apalagi main tangan, cuma mereka sering berdebat. Debatnya … yah … ke mana-mana, tapi pada akhirnya kembali membahas soal kamu. Aku kasihan sama Ayah, disalah-salahin Mama, padahal yang tidak bisa menjaga kamu kan Abang …”

Rekam ulang pesan suara.

“Hari ini, Mama sama Ayah resmi berpisah. Aku sendiri jadinya nanti tinggal sama Mama. Sekarang Abang sama Mama lagi sibuk banget packing, banyak juga bawaannya. Koleksi bukuku katanya terlalu banyak buat dibawa-bawa pindahan, jadi sekarang aku disuruh sortir, buku mana yang mau diloakkan … Mama sendiri sibuk meloak barang-barang punyamu. Katanya daripada enggak ada yang merawat, lebih baik dijual dan berguna buat orang lain sekaligus.

Pas makan malam, Ayah bilang karena sekarang Ayah tidak lagi bisa bersama Mama dan Abang, akulah yang sekarang harus menggantikan posisi Ayah. Soalnya, aku sudah besar, umur lima belas tahun berarti sudah jadi dewasa, jadi aku punya tanggung jawab atas keluarga. Ayah bilang Ayah percaya sama Abang, kalau Abang pasti akan menjaga Mama …

“Tapi caranya gimana, ya … Ayah masa tidak ingat … jagain Sae dua jam saja tidak bisa … Ayah ini ada-ada saja …  ”

 Pesan suara dibatalkan.

 

 

Untuk: My Family Dedek Sae Paling Lucu
24 Desember 20XX

“Hoam …. iya, Abang harusnya tidur, tapi lagi enggak bisa tidur … daripada bengong, mending telepon kamu … maunya sih baca komik … tapi nanti kalau lampu kamarnya nyala, Mama nanti menyuruh aku tidur. Tahu sendiri kan, Mama seperti apa. Jangan bergadang, besok Natal, kalau kamu masih bangun, Santanya enggak mau masuk rumah buat ngasih hadiah. Ya … padahal sih, yang jadi Santa-nya … sebenarnya Mama juga, kan …

“Ayah sendiri kirim paket … kado untuk Natal dan tahun baru besok … baru saja sampai tadi pagi. Ukuran paketnya enggak terlalu besar … sepertinya sih, buku. Entahlah … aku belum buka … rasanya enggak enak buat buka kadonya … mungkin aku buka besok pas Natalan … sekalian sama kadonya Mama. Tapi … masalahnya … bukannya yang berhak dapat kado Natal cuma anak baik? Masa, sih, aku anak baik?

“Kalau kata guruku di sekolah baru sih … pasti mereka enggak setuju. Rasanya nyaris tiap minggu aku adu mulut sama Pak Gen … habisnya dia hobi pakai waktu pelajaran buat ceramah enggak jelas …  disuruh menyanjung Pak Menteri … disuruh berbakti pada negara … padahal apa hubungannya sama pelajaran Matematika … emang untungnya apa juga memuji negara …” 

“Dan yah, tahulah … kalau Abang anak baik, kamu pasti masih di sini … enggak sih?”

Rekam ulang pesan suara.

“Hoam … maaf Abang mengantuk. Sudah ya, Abang cuma mau bilang, selamat hari Natal dan tahun baru. Semoga kamu bahagia di sana. Di sana kamu baik-baik saja, kan?” 

Pesan suara telah tersimpan.

 

• ၊၊||၊|။|||| 

 

Untuk:  08XXXXXXXX12
2 Januari 20XY

“Ini nomor baru Abang, hape Abang lama hilang soalnya. Ada yang ambil pas acara tahun baruan kemarin. Mama enggak marah, kok, padahal sebenarnya aku yang salah, kan. Barang berharga tapi malah tidak dijaga…

“Tahun baru-nya baru mulai, tapi HPku sudah hilang lagi. Bodoh ya, pantas saja aku kehilangan Sae, padahal Mama bilang aku harus jagain Sae, tapi aku malah meninggalkan kamu di rumah buat beli es krim—”

Rekam ulang pesan suara.

“Ini nomor baru Abang, hape Abang lama hilang soalnya. Tenang saja, Mama enggak marah kok. Yah … selamat tahun baru, semoga tahun ini aku bisa menjadi orang yang lebih baik, yah. Amin.”  

Pesan suara telah tersimpan.

 

•၊၊||၊|။|||| 

 

Untuk: My Family Saeka — Requiscat In Pace
12 Maret 20XY

“Hari ini ulang tahunmu, ya? Abang pengen banget beli kado buat kamu, tapi, masalahnya, ngasih kadonya gimana, kan?

“Yah, kalaupun Abang bisa kasih kadonya, belum tentu Abang bisa juga belinya, sih. Kemarin Abang lihat di mall ada gaun cantik banget, warnanya pink, itu warna favoritmu, kan? Kayaknya pasti lucu kalau Sae pakai. Kalau Sae ikut Abang kemarin, pasti Sae bakal merengek-rengek minta coba bajunya, nggak mau lepas bajunya. Serius. Sae pasti bakalan lama-lama di ruang ganti, terus senyam-senyum pose di depan cerminnya, selfie segala.

“Ada bakeri baru di dekat apartemen, lho. Tart tiramisunya katanya enak. Aku belum coba sih, cuma dengar-dengar saja. Kapan-kapan pengen deh, ke sana, kalau bisa sama Sae juga, jadi ke sananya tidak sendiri. Mama akhir-akhir ini sibuk sekali, pakai acara lembur segala. Padahal sebenarnya Ayah sudah kasih tahu, dia ingin kasih uang, tapi Mama bilang ia bisa mencari uang sendiri. Ayah tidak perlu memusingkan keluarga ini lagi, katanya … 

“Abang ingin mengatakan selamat ulang tahun, tapi — ya, masalahnya, masa Abang ngomong selamat ulang tahun, padahal kan … kamu sudah tidak ada, kan …

“Masa, sih … ” 

“Reo, sarapannya sudah di meja—”

“Maaf, aku putus dulu teleponnya. Kasihan Mama kalau menunggu aku kelamaan.” 

Pesan suara telah tersimpan.

 

• ၊၊||၊|။|||| 

 

“Hoam … Sebentar lagi jam dua belas malam, Abang belum bilang selamat ulang tahun ya? Aduh, maaf banget ya, Abang enggak lupa kok, sama ulang tahun kamu. Abang cuma bingung saja, aneh enggak sih kalau Abang merayakan ulang tahun padahal kan kamu … yah, begitulah. Tapi orang meninggal juga kayaknya berhak dikasih selamat ulang tahun. Termasuk kamu.”

Tarik napas.

Hembuskan. 

Abang menyeka air mata yang meleleh di pipinya, ia tidak mau terlihat dan terdengar cengeng ketika ia semestinya merayakan hari spesial bagi adik satu-satunya. Adiknya berhak ucapan selamat ulang tahun yang penuh semangat.

“Selamat ulang tahun, Saeka.”

Cue untuk mengembangkan senyumnya. 

“Selamat ulang tahun saja ya, enggak pakai nyanyi. Enggak apa-apa, kan? Selamat ulang tahun, Saeka. ”  

Pesan suara telah tersimpan.

 

• ၊၊||၊|။|||| 

 

Untuk: My Family Saeka — Requiscat In Pace
24 Mei 20XY

Maaf, nomor yang Anda hubungi tidak aktif. 

“Duh, bisa-bisanya aku pakai acara lupa isi pulsa Sae—UHUK! UHUK! UHUK!

 

 

Notes:

[1] Format cerita—epistolari dengan menggunakan medium panggilan tak terjawab—terilhami oleh podcast Mabel karya Becca De La Rosa dan Maybell Marten. Podcast ini memanfaatkan format panggilan tak terjawab sebagai ruang untuk mengeksplorasi bagaimana kita bisa saling terhubung di tengah celah komunikasi yang menganga antara kedua tokoh utamanya. Kalau kalian suka cerita yang berpusat pada hubungan sapphic antara perempuan, juga genre horor atau gotik, silakan cek!

[2] Kutipan pembuka "A happy ending is finite, but grief goes on and on and on" diambil dari episode 23-nya podcast Mabel, yang berjudul "Bull in the Maze". Transkrip naskah episodenya bisa dicek di sini, sementara episodenya bisa didengarkan di sini.